Penyerang Memanipulasi Server Pembaruan AOMEI Backupper untuk Menyebarkan Backdoor

Admin Persandian 17 Oktober 2026
Beranda Berita Penyerang Memanipulasi Server Pembaruan AOMEI Backupper untuk Menyebarkan Backdoor
Penyerang Memanipulasi Server Pembaruan AOMEI Backupper untuk Menyebarkan Backdoor

Pengantar Insiden

Antara bulan Mei hingga Juli 2026, para penyerang secara sistematis memodifikasi file yang diambil oleh AOMEI Backupper dari server pembaruan resmi vendor. Dalam jendela waktu singkat—antara lima hingga sepuluh menit—sistem pembaruan akan mengunduh dan mengeksekusi skrip berbahaya yang berfungsi sebagai backdoor. Setiap instalasi AOMEI Backupper yang memeriksa pembaruan selama periode tersebut menjadi sasaran, sehingga potensi kompromi meluas ke banyak pengguna di seluruh dunia.

Detail Teknis Ancaman

Serangan ini memanfaatkan mekanisme pembaruan otomatis AOMEI Backupper, yang tidak memverifikasi integritas file secara ketat. Penyerang menyalin file update, mengganti konten dengan payload berbahaya, dan kemudian mengembalikannya ke server. Ketika klien memeriksa pembaruan, file terinfeksi diunduh dan dijalankan tanpa peringatan. Payload tersebut menginstal backdoor dengan kemampuan persistence, membuka port tersembunyi, dan memungkinkan remote shell. Selain itu, backdoor dapat mengakses data cadangan yang tersimpan, sehingga mengancam kerahasiaan dan integritas data penting.

Dampak Ancaman

Pengguna yang terpengaruh dapat mengalami:

  • Eksekusi kode berbahaya secara tidak sah.
  • Pengambilan data cadangan yang sensitif.
  • Kontrol jarak jauh atas sistem backup, memungkinkan penyusunan data atau penyisipan malware.
  • Potensi penyebaran lateral ke jaringan internal.

Karena AOMEI Backupper sering digunakan untuk menyimpan data kritis, serangan ini menimbulkan risiko signifikan terhadap keamanan data dan operasional organisasi.

Rekomendasi Mitigasi

  • Segera perbarui AOMEI Backupper ke versi terbaru yang telah diverifikasi oleh vendor.
  • Nonaktifkan pembaruan otomatis dan lakukan verifikasi manual dengan memeriksa tanda tangan digital file update.
  • Gunakan firewall untuk memblokir koneksi keluar ke server pembaruan yang tidak terverifikasi.
  • Audit log sistem untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan dan periksa integritas file backup.
  • Laporkan insiden ke vendor dan platform keamanan seperti Google Threat Intelligence Group dan Mandiant.

Dengan langkah-langkah tersebut, organisasi dapat meminimalkan risiko dan melindungi data penting dari potensi pencurian atau kerusakan.




Sumber Referensi: Artikel ini disadur secara otomatis dari publikasi asli. Untuk membaca selengkapnya, silakan kunjungi Attackers Tampered with AOMEI Backupper's Update Servers for Minutes to Deliver a Backdoor.

CSIRT Assistant
Halo 👋 Ada yang bisa saya bantu? Jika perlu, chat ini bisa diteruskan ke admin.
Scroll